Home Wisata Inilah Hal Hal yang Tidak Boleh dilakukan saat Anda Liburan ke Jepang

Inilah Hal Hal yang Tidak Boleh dilakukan saat Anda Liburan ke Jepang

by ritha halima

Memasuki akhir tahun, sejumlah pelancong telah mulai bersiap-siap bertamasya ke destinasi hasrat mereka. Di kalangan pelancong Indonesia sendiri, Jepang masih menjadi salah satu destinasi unggulan untuk merasakan peristiwa tamasya akhir tahun. Kecuali sebab tarif transportasi dan akomodasinya yang cenderung lebih murah, banyak pelancong yang berharap menikmati winter experience.

Nah, bagi Anda yang berencana menyambangi Jepang dalam waktu dekat ini, ada sebagian hal penting yang seharusnya Anda kenal. Ini terkait dengan skor-skor kultur yang selama ini sudah dijunjung tinggi oleh penduduk autentik Jepang. Ketimbang penasaran, berikut review lengkapnya

Hati-hati mengaplikasikan sumpit

Orang Jepang akan terkesan kalau Anda merasa nyaman mengaplikasikan sumpit. Melainkan terbukti ada sebagian hal penting yang sering kali dikesampingkan pelancong. Semisal menyimpan sumpit secara vertikal di dalam mangkok nasi. Hal ini sesungguhnya menyerupai ritual pemakaman di negara hal yang demikian. Jikalau berharap meletakkan sumpit, senantiasa pakai pemegang sumpit di sebelah piring Anda. Kecuali itu, hindari mengaplikasikan sumpit yang sudah Anda pakai untuk memberikan makanan terhadap orang lain, sebab hal hal yang demikian masih dianggap tabu.

Lepaskan sepatu ketika masuk ke dalam rumah

Jikalau Anda mengunjungi rumah Jepang, sepatu seharusnya lantas dilepaskan sesudah lewat pintu masuk. Sepatu dianggap sebagai salah satu benda ‘dekil’ sebab dipakai untuk berkegiatan di luar ruangan. Hukum ini juga berlaku dikala Anda menyambangi hotel-hotel ryokan tradisional, sebagian ruang publik seperti kuil, serta sekolah dan rumah sakit. Sebagai gantinya, sang pemilik rumah akan menyediakan sandal khusus yang dapat Anda pakai

Jangan memotong antrian

Orang Jepang mempunyai kultur antri yang benar-benar ketat. Mereka senantiasa berbaris rapi dikala hendak menaiki bis, kereta api, atau malah lift. Pada platform di stasiun kereta api, ada sebagian garis di lantai yang menonjolkan di mana Anda seharusnya berdiri menunggu kedatangan kereta. Dikala kereta tiba, pintu akan terbuka pas di antara dua garis sejalan. Garis ini juga berfungsi untuk memisahkan penumpang yang hendak turun dengan penumpang yang akan menaiki kereta.

Hindari menyantap makanan ketika sedang bepergian

Di Jepang, orang-orang biasanya tak menyantap makanan atau minuman ketika sedang menjalankan perjalanan. Makanan pesat saji yang dipasarkan di pinggir jalan biasakan akan dikonsumsi segera di daerah hal yang demikian. Sementara minuman yang dibeli dari mesin penjual otomatis, akan segera diminum habis lalu sisa sampahnya akan dilemparkan ke daerah sampah daur ulang di sebelah mesin. Ini juga berlaku ketika Anda sedang menaiki kendaraan biasa. Melainkan, ada pengecualian kalau Anda mengaplikasikan kereta dengan durasi perjalanan yang lama.

Jangan memberikan tip

Tak seperti Amerika Serikat, kultur memberikan tip terbukti tak berlaku di Jepang. Malahan, meninggalkan uang tip sesudah selesai menyantap makanan di resto dapat dianggap sebagai perbuatan yang tak sopan. Cobalah meninggalkan sebagian lembar uang di atas meja, staf resto pasti akan mengejar Anda untuk mengembalikannya.

You may also like

Leave a Comment