Home Kesehatan Mengulas Beberapa Mitos Terkait Coronavirus

Mengulas Beberapa Mitos Terkait Coronavirus

by admin
Mengulas-Beberapa-Mitos-Terkait-Coronavirus

Berdasarkan Menteri Komisi Kesehatan Tiongkok menjelaskan bahwa seseorang dapat terinfeksi coronavirus tidak terlihat gejalanya dan menjadi seorang pembawa virus yang dapat menyebabkan virus tanpa disadari. 2019-nCoV telah merebak ke Tiongkok serta beberapa negara hingga 2000 orang yang menyebabkan 80 orang telah meninggal. Sesuai dengan pengamatan berbagai ratusan, infeksi ini bukan penyakit tanpa gejala melainkan sesuai CDC telah memberikan laporan gejala yang cukup bervariasi seperti batuk, demam serta sesak napas. Beberapa otoritas kesehatan di beberapa negara telah dengan gejala demam menjadi indikator ketika memasuki pintu negara dan pengunjung yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat celcius akan mendapatkan pemeriksaan dengan Health Alert Card.

2019-nCoV memiliki kelemahan untuk mendukung pencegahannya dimana masa insukbasi merupakan jangka waktu ketika pasien mengalami infeksi dan masa inkubasi ini mencapai 2 hingga 14 hari. Selama inkubasi biasanya pasien akan mengalami beberapa gejala. Berdasarkan pernyataan dari Ma Xiaowei penularan 2019-nCoV belum dapat dikonfirmasi namun tidak salah jika mulai melindungi diri beserta orang terdekat dan belum menemukan vaksin sebagai tindakan pencegahan untuk penularan 2019-nCoV. Untuk pencegahannya biasanya dengan mulai rajin mencuci tangan menggunakan air sabun selama 20 detik, tidak menyentuh hidung, mata dan mulut ketika tangan dalam keadaan kotor, membersihkan barang yang telah disentuh, menggunakan masker jika berada di wilayah beresiko, menghindari kontak dengan orang yang bergejala dan tetap di rumah.

Mitos mengenai 2019-nCoV adalah mampu menyebar jika membeli barang di area Asia dan telah mengalami kontaminasi oleh virus. Padahal faktanya menunjukkan barang atau paket dari negara-negara di Asia termasuk aman, virus hanya mampu bertahan rendah pada pemrukaan barang. Resiko penularan tetap ada namun cukup rendah terutama jika disimpan dan tidak sentuh dalam beberapa hari. Hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan barang impor dapat memberikan resiko karena resiko tingginya adalah tetesan dari pernapasan jika sedang bersin maupun batuk.

Mitos 2019-nCoV menyebutkan bahwa alkohol dapat menyembuhkan virus corona sedangkan minuman alkohol sama sekali tidak berhubungan dengan virus. Faktanya berdasarkan salah satu departemen keseharan San Fransisco menyebutkan bahwa penyebab hingga penyembuhan virus corona tidak ada hubungannya dengan minuman alkohol. Alkohol memang dapat membunuh virus dan bakteri namun jika digunakan dalam bentuk sabun antiseptik atau hand sanitizer dan penggunaannya hanya dengan kandungan 60% alkohol, oleh karena itu sebaiknya menghindari hal ini.

Gejala dari 2019-nCoV mirip dengan penumonia dan banyak orang yang menganggap vaksin untuk pneumonia dapat digunakan untuk pasien virus corona. Namun faktanya vaksin ini hanya untuk pneumonia dan tidak dapat melindungi tubuh dari virus corona. Walaupun demikian dapat digunakan untuk membantu penyakit pernapasan supaya tidak terkena penyakit wabah corona.

Mitos coronavirus yang menyebutkan bahwa bawang putih dapat mencegah terjadinya infeksi virus. Faktanya bawang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia, bawang salah satu antibakteri yang cukup tinggi sehingga mampu menjaga kesehatan dari jantung dan mampu menurunkan terjadinya resiko kanker paru. Namun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa bawang mampu mencegah virus corona. Mitos yang sering bereda adalah 2019-nCoV dapat menyebar jika melakukan kontak mata. Faktnya penyebarannya hanya melalui tetesan pernapasan dan jarak dalam penyebarannya sekitar 2 meter sehingga memiliki resiko yang tinggi. Resiko ini dapat terjadi jika tangan menyentuh mata terutama jika belum dicuci menggunakan sabun dan air mengalir.

You may also like

Leave a Comment